Senin, 14 November 2016

Tugas Teks Sejarah

Wanita Sang Pencerah


Siti Latifah Susilowati atau yang sangat kerap dipanggil Susi itu, lahir di Magelang pada tanggal 19 November 1968. Beliau terlahir dalam keluarga yang sederhana dan tidak terlalu kaya, beliau merupakan anak pertama dari 6 bersaudara. Tentu saja tak mudah bagi beliau karena harus bisa menjadi panutan yang baik bagi adik-adiknya. Meskipun demikian, beliau adalah sosok wanita yang sangat tangguh dan memiliki hati mulia. Beliau adalah seorag ibu dari 3 orang anak yang bisa menjadi panutan bagi anak-anaknya.

Pada tanggal 1973 beliau mulai menginjakan langkahnya didunia pendidikan. Beliau mulai menduduki sekolah dasar di SD Krincing tepatnya di Secang Kabupaten Magelang. Sejak kecil beliau sudah terbiasa hidup mandiri. Orang tua beliau selalu menerapkan untuk menjadi sosok yang bisa diandalkan dan berguna bagi orang lain. Hal tersebut memang benar adanya dengan hal yang sederhana saja. Beliau harus bisa membagi apa yang ia dapat kepada adik-adiknya. Masa kecil beliau tidak seperti anak jaman sekarang yang tercukupi atau apapun yang diinginkan dapat terpenuhi dengan mudahnya. Tidak degan wanita satu ini, beliau harus bekerja keras untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Setiap hari beliau harus mencari air bersih di sungai bersama adiknya dan membawanya kerumah kecilnya untuk memenuhi kebutuhan. Tak hanya itu, beliau juga harus melakukan pekerjaan rumah sepeti mencuci baju di sungai, menyapu, dan mencuci piring. Beliau juga harus membagi waktunya untuk menjaga adik-adiknya. Hal seperti itu sudah beliau lakukan sejak menginjak sekolah dasar.

Tahun 1979 beliau berhasil menyelesaikan sekolah dasar dan melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi di sekolah menengah pertama negeri satu Secang. Pada masa ini beliau harus berjalan kaki untuk sampai di sekolahnya. Jarak yang cukup jauh sekitar 3 km tak menjadi penghalang baginya untuk mencari ilmu. Pada masa ini juga beliau mulai membantu ibunya untuk memanen padi. Tingkat kreatifitas yang mulai berkembang dari sosok wanita ini, beliau mulai mencari cara untuk mendapatkan uang. Beliau mulai mencari dan mengumpulkan sisa padi yang jatuh dan kemudian dijual. Hasil uang dari jual padinya bisa dijadikan untuk uang saku, setidaknya ia bisa merasakan apa yang disebut “jajan” karena orang tua beliau yang tidak pernah memberikan uang saku lebih padanya, uang saku yang sangat sedikit bahkan bisa dikatakan kurang.

Setelah lulus dari SMP beliau melanjutkan sekolahnya di SMAN 2 Temanggung. Masa inilah beliau mendapat uang saku yang cukup. Setidaknya beliau bisa menaiki bis menuju sekolahnya. Pada masa ini pula pemikiran beliau mulai berkembang, karena intelektualnya yang cukup baik dan kepandaiannya dalam bahasa, beliau mulai menjual karya puisinya kepada teman-temannya. Puisi yang sangat indah seperti puisi yang bertemakan percintaan, sangat laku dikalangan SMA saat itu. Dengan cara tersebut beliau medapatkan uang saku tambahan. Walaupun beliau sangat kurang dalam segi ekonomi namun hal tersebut tidak menjadi penghambat bagi beliau untuk menonjolkan prestasinya di sekolah. Beliau pernah menjuarai lomba renang antar SMA saat itu.

Pada tahun 1985 setelah lulus SMA beliau melanjutkan pendidikannya diperguruan tinggi IKIP Semarang atau sekarang yang lebih akrab dengan nama Universitas Negeri Semarang. Beliau mulai mengembangkan kemampuannya seperti menjual kaos kaki rajut buatannya dan pakaian. Hal tersebut beliau lakukan untuk mencukupi kebutuhannya semasa kuliah. Pendidikan beliau harus terhenti sampai diploma karena ekonomi keluarga yang mulai mengalami krisis.

Sampai tiba waktunya ketika beliau menemukan pujaan hatinya dan mengikatnya secara sah. Beliau menjadi seorang istri yang baik. Kehidupan ekonomi keluarga mulai membaik. Berkat ketekunan, keuletan, kegigihan, dan kerja kerasnya beliau dapat mendirikan usaha kecil beliau menjadi seorang penjahit dengan memiliki 4 orang karyawan tetap. Beliau pantang menyerah demi membuat anaknya bahagia dan selalu berusaha dalam mencukupi keinginan anak-anaknya. Tak hanya itu, beliau juga selalu menerapkan jiwa kepemimpianan dan jangan pernah menyerah dalam kondisi apapun karena Tuhan sealu melihat usaha hambanya dan Tuhan akan memberikan setimpal dengan usahanya. Berkat kerja kerasnya beliau dapat menghidupi keluarga kecilnya yang harmonis bersama suami tercinta.

Kamis, 03 November 2016

Iklan Layanan Masyarakat

IKLAN

Iklan merupakan hal yang sering kita jumpai baik di media cetak maupun media elektronik. Dan setiap produsen selalu menyuguhkan iklan yang menarik untuk menarik perhatian bagi konsumen. Berikut ini merupakan Pengertian Iklan. Iklan adalah pesan yang menawarkan produk barang atau jasa yang ditujukan kepada masyarakat melalui media massa yang berisi informasi untuk membujuk khalayak banyak.

Ø  Ciri-ciri iklan dapat dikategorikan sebagai berikut.
1. Informatif
2. Komunikatif
3. Bahasa mudah dimengerti
4. Menarik

Ø  Manfaat Iklan
Seperti yang kita tahu, iklan sangat berperan dalam aktivitas bisnis. Adapun manfaat iklan yaitu :
1.      Produk menjadi lebih terkenal di mata masyarakat
2.      Keuntungan yang diperoleh dalam bisnis dapat melonjak naik karena produk dipromosikan

Ø  Selain itu, ada pun jenis jenis iklan yang dapat kita ketahui melalui media massa antara lain adalah sebagai berikut.

1.      Berdasarkan jenis media yang digunakan, iklan dapat digolongkan sebagai berikut:
1. Iklan Cetak

Iklan cetak adalah jenis iklan yang dipublikasikan menggunakan media cetak seperti Koran, majalah, tabloid, dan lain- lain. berdasarkan ruang yang digunakan dalam media surat kabar, majalah,tabloid, iklan dikenal dalam 3 bentuk yaitu:

a. Iklan Baris
Iklan baris adalah iklan yang hanya dibuat dalam beberapa baris, umumnya terdiri atas 3-4 baris dengan luas tidak lebih dari satu kolom. Biayanya reletif lebih murah, dihitung perbaris. Untuk menghemat biaya dan semua informasi dapat tersampaikan, bahasa yang digunakan dalam iklan ini umumya disingkat , penuh makna, dan sederhana. Hal yang di iklankan dalam iklan baris biasanya iklan lowongan pekerjaan, barang dan jasa dll.

b. Iklan Kolom
Iklan kolom adalah iklan yang dibuat dalam bentuk kolom. Iklan ini lebih tinggi dari pada iklan baris. Terkadang iklan ini juga dilengkapi dengan gambar, simbol, atau lambang yang mendukung isi iklan. Hal yang di iklan kan berupa iklan barang dan jasa, loker dan lain- lain.

2. Iklan Advertorial
Iklan advertorial adalah jenis iklan yang dikemas seperti berita.

3. Iklan Display
Dilihat dari bentuk, iklan display lebih besar dari pada iklan kolom. Dalam iklan ini, ditampilkan gambar dan tulisan yang lebih besar.

4. Iklan elektronik
Iklan elektronik adalah iklan yang dipublikasikan dalam media elektronik. Iklan elektronik dapat digolongkan menjadi:

a. Iklan Radio
Iklan radio adalah iklan yang dipublikasikan melalui radio berupa kombinasi dari bunyi kata- kata (voice) dan efek suara (sound effect) dan iklan ini hanya di dengar.

b. Iklan televisi
Iklan televisi adalah iklan yang dipublikasikan melalui televisi berupa kombinasi dari suara, gambar, dan juga gerak. Iklan ini dapat dilihat dan juga bisa didengar.

c. Iklan internet
Iklan internet adalah iklan yang dipublikasikan melalui internet beragam. Ada yang didengar, dan juga ada pula yang di dengar.

d. Iklan Perusahaan
Iklan perusahaan adalah iklan yang bertujuan untuk membangun citra perusahaan yang berujung pada membangun citra produk atau jasa yang diproduksi oleh perusahaan tersebut agar dibeli.

e. Iklan Layanan Masyarakat
Iklan layanan masyarakat adalah iklan yang bertujuan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan mangajak atau menghimbau untuk tidak atau melakukan sesuatu.

2.       Berdasarkan tujuannya, iklan dapat digolongkan menjadi:

ü  Iklan Komersial Iklan yang bertujuan untuk memasarkan barang dan jasa. Iklan ini dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu iklan taktis dan iklan strategis.
ü  Iklan non komersial adalah iklan yang digunakan untuk menginformasikan, membujuk atau mendidik khalayak di mana tujuan akhirnya bukan mencari keuntungan ekonomi, melainkan keuntungan sosial.
ü  Iklan taktis Iklan takstis adalah iklan yang bertujuan mendesak konsumen untuk segera membeli.
ü  Iklan strategis Iklan strategis adalah iklan yang membangun merk dagang.


Gambar di atas merupakan contoh iklan layanan masyarakat yang berisi untuk mengajak atau membujuk pembaca waspada terhadap dampak bahaya dari asap rokok yang dapat merusak paru paru anda.
Berikut saya akan menjabarkan mengenai struktur iklan serta memaknai dari setiap simbol yang terdapat pada iklan tersebut.

No.
Struktur Teks
Teks
1
Orientasi
Matikan rokok.
2
Tubuh Iklan
Atau Mematikan paru-paru.
3
Justifikasi
Jagalah paru-parumu dari bahaya asap rokok yang mematikan.


No.
Simbol
Makna
1
Tulisan “MATIKAN!” dengan gambar rokok beserta asap putih di udara
Warna merah sendiri itu bermakna berani.  Simbol pada gambar rokok dengan asap putih di udara melambangkan bahwa rokok tersebut miliki asap yang membahayakan. Jadi makna dari tulisan dan gambar di atas adalah kita harus berani mematikan rokok yang dapat membahayakan diri kita dan orang lain.
2
Tulisan ”ATAU MEMATIKAN” degan gambar paru-paru terbakar.
Warna putih itu warna yang suci dan murni. Sedangkan gambar paru-paru itu terlihat bahwa ada perbedaan diantara kedua paru-paru tersebut yang menunjukan bahwa paru-paru sebelah kanan itu bersih dan paru-paru sebelah kiri terbakar karena akibat dari asap rokok yang telah masuk dan menghantam paru-paru sebelah kiri sehingga menjadi terbakar. Jadi intinya adalah bahwa keputusan itu ada di tangan kita sendiri untuk berani menjauhinya. Jika kita tidak dapat mengambil keputusan untuk menjauhinya maka hal itu dapat mematikan atau membunuh paru-paru sehat kita.
3
Tulisan “Jagalah paru-parumu dari bahaya asap rokok yang mematikan.”
Bermakna ajakan bagi seluruh masyarakat untuk menghindari asap rokok yang mematikan selagi masih bisa dan sebisa mungkin untuk menjaganya tetap bersih karena sehat itu bagian yang terpenting dalam kehidupan. Jadi jangan kotori dengan asap rokok yang mematikan secara perlahan.