Tata Surya
Pengertian Tata Surya
Tata Surya adalah susunan benda-benda
langit yang terdiri dari Matahari sebagai pusatnya dan planet-planet, asteroid,
komet dan meteorid yang mengelilinginya.
Teori Geosentris dan Heliosentris
Teori
Geosentris
Geosentris memandang bahwa bumi
adalah pusat dari alam semesta atau tata surya. Pandangan ini berkembang pada
sekitar 600 tahun sebelum masehi. Geosentris diyakini oleh beberapa filsuf
seperti Amaximandaros, Aristoteles, Hipparchus dan puncaknya yaitu Ptolomeus
yang membuat peta benda langit dalam buku Almagest. Ia berpandangan bahwa bumi
adalah diam dan benda langit lain bergerak mengitari bumi berdasarkan
pengamatan matahari yang terbit dari timur dan tenggelam di barat. Paham
tersebut disetujui oleh beberapa kalangan pada masa itu.
Teori
Heliosentris
Pandangan heliosentris memandang
bahwa matahari adalah pusat peredaran benda langit. Teori ini dipopulerkan oleh
Nicolas Copernicus, seorang astronom asal Polandia. Heliosentris meyakini bahwa
matahari adalah pusat tata surya dan benda langit lain berputar mengelilingi
matahari. Pengakuan pandangan ini diperkuat dengan penelitian yang
dilakukan oleh Galileo alilei tentnag mekanika gerak planet dan yang terakhir
Johannes Kepler menghasilkan 3 hukum kepler yang berkaitan dengan peredaran
planet di tata surya.
Matahari
sebagai pusat tata surya dan benda-benda lain mengitarinya
Matahari merupakan sebuah bintang yang paling dekat dengan bumi. Bintang
merupakan benda langit yang dapat menghasilkan cahaya sendiri Matahari adalah
salah satu dari 100 miliar lebih bintang yang ada di galaksi Bimasakti. Oleh
karena letaknya yang dekat dengan bumi, cahaya matahari tampak lebih terang dan
ukurannya tampak lebih besar dibandingkan dengan berjuta-juta bintang lainnya.
Matahari memancarkan cahaya dan panasnya karena pada inti matahari terjadi
reaksi fusi yang menghasilkan energi yang sangat besar. Suhu inti matahari ± 15
juta °C dan suhu di permukaan kurang lebih 6.000 °C, matahari terdiri atas gas
hidrogen (80%–90%) dan gas helium. Energi yang dipancarkan matahari setiap
detik setara dengan energi matahari yang diterima Bumi selama 100 tahun. Panas
yang dipancarkan matahari merupakan sumber energi utama di bumi.
Matahari berputar pada porosnya
dari barat ke timur. Jika dibandingkan dengan bumi, ukuran matahari sangat
besar. Diameter matahari 110 kali diameter bumi. Matahari bentuknya menyerupai
bola gas dengan diameter ±1,4 juta kilometer (1.400.000 km). Volume matahari
hampir 1 juta kali volume bumi. Dengan ukuran matahari yang sangat besar
seperti dijelaskan di atas, maka matahari memiliki gaya gravitasi yang sangat
besar. Gaya gravitasi matahari 28 kali lebih besar daripada gaya gravitasi
bumi. Dengan gaya gravitasi tersebut terjadi gaya tarik-menarik antara matahari
dengan planet-planet dan benda langit lainnya. Hal ini yang menyebabkan
planet-planet dan benda langit lainnya selalu beredar mengelilingi matahari.
Pluto tidak termasuk kedalam planet
Sidang Umum Himpunan Astronomi
Internasional (International Astronomical Union/IAU) Ke-26 di Praha, Republik
Ceko, menghasilkan keputusan bersejarah dalam dunia astronomi dengan
mengeluarkan Pluto dari daftar planet-planet di Tata Surya kita. Mulai
sekarang, anggota Tata Surya hanya terdiri dari delapan planet, yakni
Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Keputusan mengeluarkan Pluto yang sudah
menjadi anggota Keluarga Planet Tata Surya selama 76 tahun merupakan
konsekuensi ditetapkannya definisi baru tentang planet. Resolusi 5A Sidang Umum
IAU Ke-26 berisi definisi baru. Alasan Pluto dikeluarkan karena planet
Pluto ukurannya terlalu kecil sehingga tidak layak disebut sebagai planet,
selain itu orbit yang dimiliki oleh pluto tidak sesuai/berbahaya untuk planet
lain (dapat bertabrakan dengan planet lain), tetapi pluto juga tidak dapat
memancarkan sinar sendiri jadi pluto juga bukan bintang, maka dari itu pluto
disebut benda langit.
Pluto telah mendapat nama baru sesuai dengan statusnya saat ini sebagai planet
kerdil.
Planet
1.
Planet Merkurius
Ciri-ciri planet Merkurius :
a. Hampir tidak memiliki atmosfer
b. Temperatur pada siang hari sangat panas
c. Pada malam hari sangat dingin
d. Planet yang ukurannya paling kecil
2.
Planet Venus
Ciri-ciri planet Venus :
a. Memiliki atmosfer yang sangat tebal
b. Temperatur pada siang hari sangat panas
c. Pada malam hari sangat dingin
d. Warna mengkilap
e. Atmosfer terdiri dari gas
karbondioksida
3.

Planet Bumi
Ciri-ciri planet Bumi :
a. Memiliki atmosfer
b. Temperatur pada siang dan malam tidak jauh berbeda
c. Warna kebiruan bila dilihat dari
angkasa
d. Terdapat air
e. Ada kehidupan
4.
Planet Mars
Ciri-ciri planet Mars :
a. Permukaan berbatu – batu
b. Memiliki kutub es seperti bumi
c. Suhu permukaan lebih dingin dari bumi
d. Memiliki gunung berapi dengan ketinggian
23.000 m dari permukaan tanah
e. Warna kemerahan
5.
Planet Jupiter
Ciri-ciri planet
Jupiter :
a. Planet terbesar
b. Berdiameter 11 kali diameter bumi
c. Atmosfer terdiri dari hidrogen dan helium
d. Memiliki awan dari amonia dan kristal es
6.
Planet Saturnus
Ciri-ciri planet
Saturnus:
a. Angkasanya diselimuti oleh sabuk yang kaya hidrogen
b.
Mempunyai cincin yang berlapis – lapis terdiri atas
kristal es dengan lebar 402000 km dan tebal 15 km
7.
Planet Uranus
Ciri-ciri planet
Uranus:
a. Terselubung kabut tebal terutama terdiri dari gas metan
b.
Garis
tengahnya kira – kira empat kali garis tengah bumi
8.
Planet Neptunus
Ciri-ciri planet
Neptunus:
a. Keadaannya hampir sama dengan uranus
sehingga sering disebut planet kembar
b. Suhu permukaan mencapai - 1200C
Akibat rotasi Bumi terhadap Matahari
a. Adanya
gerak semu harian dari matahari
b. Pergantian
siang dan malam
c. Penyimpangan
arah angin, arus laut
d. Penggelembungan
di khatulistiwa dan penempatan di kedua kutub bumi
e. Timbulnya
gaya sentrifugal
f. Adanya
dua kali air pasang naik dan pasang surut dalam sehari semalam
g. Perbedaan
waktu antara tempat-tempat yang berbeda derajat busurnya
Akibat revolusi Bumi terhadap Matahari
a. Perbedaa musim di kedua
belahan Bumi
b. Perbahan siang dan malam
c. Terlihatnya rasi bintang
berbeda yang beredar dari bulan ke bulan
d. Gerak semu matahari dari
dan sebaliknya
Pemanasan Global
Pemanasan
global adalah suatu proses meningkatnya suhu
rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.
Sebab terjadinya pemanasan global.
1. Polusi Karbondioksida dari pembangkit listrik bahan bakar fosil
2. Polusi Karbondioksida dari pembakaran bensin untuk transportasi
3. Gas Metana dari peternakan dan pertanian.
4. Aktivitas penebangan pohon
5. Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan
Akibat pemanasan global.
1. Kenaikan permukaan air laut seluruh dunia
2.Peningkatan intensitas terjadinya badai
3. Menurunnya produksi pertanian akibat gagal panen
4. Makhluk hidup terancam kepunahan
Gerhana Bulan dan Matahari
Gerhana
Matahari

Gerhana Matahari terjadi jika posisi Bulan
terletak antara Bumi dan Matahari. Akibatnya Bulan membentuk bayangan di Bumi,
sehingga orang yang tinggal di belahan Bumi tersebut tidak dapat melihat
Matahari. Ukuran Bulan lebih kecil dari Matahari, karena itu hanya sebagian
kecil permukaan Bumi yang benar-benar ditutupi bayangan Bulan dan sama sekali
tidak mendapatkan cahaya Matahari.
Gerhana Matahari dapat dibagi
menjadi empat jenis yaitu:
- Gerhana total
Terjadi apabila saat puncak
gerhana, piringan Matahari ditutup sepenuhnya oleh piringan Bulan. Saat
itu, piringan Bulan sama besar atau lebih besar dari piringan Matahari.
Ukuran piringan Matahari dan piringan Bulan sendiri berubah-ubah
tergantung pada masing-masing jarak Bumi-Bulan dan Bumi-Matahari.
- Gerhana sebagian
Terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup
sebagian dari piringan Matahari. Pada gerhana ini, selalu ada bagian dari
piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan.
- Gerhana cincin
Terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup
sebagian dari piringan Matahari. Gerhana jenis ini terjadi bila ukuran
piringan Bulan lebih kecil dari piringan Matahari. Sehingga ketika
piringan Bulan berada di depan piringan Matahari, tidak seluruh piringan
Matahari akan tertutup oleh piringan Bulan. Bagian piringan Matahari yang
tidak tertutup oleh piringan Bulan, berada di sekeliling piringan Bulan
dan terlihat seperti cincin yang bercahaya.
- Gerhana hibrida
Bergeser antara gerhana total dan cincin. Pada titik tertentu di permukaan
bumi, gerhana ini muncul sebagai gerhana total, sedangkan pada titik-titik
lain muncul sebagai gerhana cincin. Gerhana hibrida relatif jarang.
Gerhana
Bulan
Gerhana Bulan terjadi saat Matahari, Bumi,
dan Bulan terletak satu garis lurus. Saat gerhana Bulan, Bumi terletak di
antara Matahari dan Bulan, sehingga cahaya Matahari mengenai Bumi dan tidak
sampai di Bulan. Akibatnya Bulan tidak memantulkan cahaya sama sekali ke Bumi.
Jenis-jenis gerhana Bulan
- Gerhana bulan total
Pada gerhana ini, bulan akan tepat berada pada daerah umbra.
- Gerhana bulan sebagian
Pada gerhana ini, tidak seluruh bagian bulan terhalangi dari Matahari oleh
bumi. Sedangkan sebagian permukaan bulan yang lain berada di daerah
penumbra. Sehingga masih ada sebagian sinar Matahari yang sampai ke
permukaan bulan.
- Gerhana bulan penumbra
Pada gerhana ini, seluruh bagian bulan berada di bagian penumbra. Sehingga
bulan masih dapat terlihat dengan warna yang suram.
Fase-fase Bulan

Fase 1 – New Moon (Bulan baru): Sisi bulan yang
menghadap bumi tidak menerima cahaya dari matahari, maka, bulan tidak terlihat.
Fase 2 – Waxing Crescent (Sabit Muda) : Selama fase ini, kurang dari setengah
bulan yang menyala dan sebagai fase berlangsung, bagian yang menyala secara
bertahap akan lebih besar.
Fase 3 – Third Quarter (Kuartal III) perbani akhir : Bulan mencapai tahap ini
ketika setengah dari itu terlihat.
Fase 4 – Waxing Gibbous: Awal fase ini ditandai saat bulan adalah setengah
ukuran. Sebagai fase berlangsung, bagian yang daftar akan lebih besar.
Fase 5 – Full Moon (Bulam purnama): Sisi bulan yang menghadap bumi cahaya dari
matahari benar-benar, maka seluruh bulan terlihat. Hal ini terjadi ketika bulan
berada di sisi berlawanan dari Bumi.
Fase 6 – Waning Gibbous : Selama fase ini, bagian dari bulan yang terlihat dari
Bumi secara bertahap menjadi lebih kecil.
Fase 7 – First Quarter (Kuartal I) perbani awal : Bulan mencapai tahap ini
ketika setengah dari itu terlihat.
Fase 8 – Waning Crescent (Sabit tua): Hanya sebagian kecil dari bulan terlihat
dalam fase yang secara bertahap menjadi lebih kecil. Penjelasan Sederhana
Fase-Fase Bulan
Rasanya akan lebih mudah untuk mengertikan siklus bulan dengan mengenal fase
Bulan Mati/Baru dan Bulan Purnama, Kuartal I dan Kuartal III dan fasa-fasa di
antaranya.
Bulan Mati/Baru terjadi pada saat Bulan kurang-lebih berada dalam satu garis
lurus di antara Matahari dan Bumi (Kenapa lebih-kurang akan diterangkan di
bawah). Seluruh permukaan bulan yang disinari matahari berada di bagian
“belakang” bulan, di bagian yang tidak bisa kita lihat dari Bumi.
Pada Bulan Purnama, Bumi, Bulan dan Matahari kembali kurang-lebih berada dalam
satu garis lurus, tetapipada posisi yang berlawanan, sedemikian rupa sehingga
seluruh pemukaan bulan yang disinari matahari berhadapan dengan kita. Sisi
gelapnya tersembunyi di “belakang”.
Kuartal I dan Kuartal III(perbani awal dan perbani akhir) dari fasa bulan
(keduanya sering disebut Bulan Setengah (Half Moon) terjadi bila posisi Bulan,
Bumi dan Matahari membentuk sudut 900 sehingga kita melihat persis separuh
bagian bulan yang disinari matahari dan separuh bagian lagi gelap.
Dengan mengenal ke empat fasa di atas maka keempat fasa lainnya akan lebih
mudah dimengerti, karena semuanya merupakan gambaran dari proses transisi dari
satu fase ke fase berikutnya
Untuk memudahkan mengingat dan mengerti keempat fase lainnya itu kita
istilahkan ; Sabit (Crescent), Gibbous, Waxing (membesar) dan Waning
(mengecil).
Sabit (crescent) menunjukkan fasa dimana bulan terkesan disinari kurang dari
separuh permukaannya . Sedangkan Gibbous menunjukkan fasa dimana bulan disinari
lebih dari separuh permukaannya. Waxing pada prinsipnya menunjukkan pembesaran
atau perluasan penyinaran. Sedangkan Waning adalah pengecilan atau penciutan
penyinaran