Senin, 17 Februari 2014

Tata Surya

Tata Surya
Pengertian Tata Surya
Tata Surya adalah susunan benda-benda langit yang terdiri dari Matahari sebagai pusatnya dan planet-planet, asteroid, komet dan meteorid yang mengelilinginya.
Teori Geosentris dan Heliosentris
Teori Geosentris
Geosentris memandang bahwa bumi adalah pusat dari alam semesta atau tata surya. Pandangan ini berkembang pada sekitar 600 tahun sebelum masehi. Geosentris diyakini oleh beberapa filsuf seperti Amaximandaros, Aristoteles, Hipparchus dan puncaknya yaitu Ptolomeus yang membuat peta benda langit dalam buku Almagest. Ia berpandangan bahwa bumi adalah diam dan benda langit lain bergerak mengitari bumi berdasarkan pengamatan matahari yang terbit dari timur dan tenggelam di barat. Paham tersebut disetujui oleh beberapa kalangan pada masa itu.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRjg2TlB-zt_ncYOubAK7xnH22pITSih-eEW3hbYFJDcK9wOXlmUKUOWxl1YPK5Ki4Bqff1zljJUtWr4HLjTt1I0sjWx1YdmSZSMQD2EhrhAqrTri1ZPscKfDAHGleQaSXUkVL6jbDcSI/s320/cellarius_ptolemaic_system_c2.jpg
Konsep Geosentris
Teori Heliosentris
Pandangan heliosentris memandang bahwa matahari adalah pusat peredaran benda langit. Teori ini dipopulerkan oleh Nicolas Copernicus, seorang astronom asal Polandia. Heliosentris meyakini bahwa matahari adalah pusat tata surya dan benda langit lain berputar mengelilingi matahari. Pengakuan pandangan ini diperkuat dengan penelitian yang dilakukan oleh Galileo alilei tentnag mekanika gerak planet dan yang terakhir Johannes Kepler menghasilkan 3 hukum kepler yang berkaitan dengan peredaran planet di tata surya.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiU7ponyuEjD3HUG-KsLtScvKa_NTDeoWwlH2HC2jzjIRgkk4Q4yLdyY3UI5m3j_OUfE5sATge8e5VUhERL3UrKBh3s__R-_LvnAKsmLPzAGlEaEoOiCrGxRShyphenhyphen-X3Z05F03BPAFKUFx1w/s320/76543.gif
Konsep Heliosentris


Matahari sebagai pusat tata surya dan benda-benda lain mengitarinya
foto-kakibadai-matahari1.jpg
Matahari merupakan sebuah bintang yang paling dekat dengan bumi. Bintang merupakan benda langit yang dapat menghasilkan cahaya sendiri Matahari adalah salah satu dari 100 miliar lebih bintang yang ada di galaksi Bimasakti. Oleh karena letaknya yang dekat dengan bumi, cahaya matahari tampak lebih terang dan ukurannya tampak lebih besar dibandingkan dengan berjuta-juta bintang lainnya. Matahari memancarkan cahaya dan panasnya karena pada inti matahari terjadi reaksi fusi yang menghasilkan energi yang sangat besar. Suhu inti matahari ± 15 juta °C dan suhu di permukaan kurang lebih 6.000 °C, matahari terdiri atas gas hidrogen (80%–90%) dan gas helium. Energi yang dipancarkan matahari setiap detik setara dengan energi matahari yang diterima Bumi selama 100 tahun. Panas yang dipancarkan matahari merupakan sumber energi utama di bumi.
Matahari berputar pada porosnya dari barat ke timur. Jika dibandingkan dengan bumi, ukuran matahari sangat besar. Diameter matahari 110 kali diameter bumi. Matahari bentuknya menyerupai bola gas dengan diameter ±1,4 juta kilometer (1.400.000 km). Volume matahari hampir 1 juta kali volume bumi. Dengan ukuran matahari yang sangat besar seperti dijelaskan di atas, maka matahari memiliki gaya gravitasi yang sangat besar. Gaya gravitasi matahari 28 kali lebih besar daripada gaya gravitasi bumi. Dengan gaya gravitasi tersebut terjadi gaya tarik-menarik antara matahari dengan planet-planet dan benda langit lainnya. Hal ini yang menyebabkan planet-planet dan benda langit lainnya selalu beredar mengelilingi matahari.
Pluto tidak termasuk kedalam planet
images.jpg
Sidang Umum Himpunan Astronomi Internasional (International Astronomical Union/IAU) Ke-26 di Praha, Republik Ceko, menghasilkan keputusan bersejarah dalam dunia astronomi dengan mengeluarkan Pluto dari daftar planet-planet di Tata Surya kita. Mulai sekarang, anggota Tata Surya hanya terdiri dari delapan planet, yakni Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Keputusan mengeluarkan Pluto yang sudah menjadi anggota Keluarga Planet Tata Surya selama 76 tahun merupakan konsekuensi ditetapkannya definisi baru tentang planet. Resolusi 5A Sidang Umum IAU Ke-26 berisi definisi baru. Alasan Pluto dikeluarkan karena planet Pluto ukurannya terlalu kecil sehingga tidak layak disebut sebagai planet, selain itu orbit yang dimiliki oleh pluto tidak sesuai/berbahaya untuk planet lain (dapat bertabrakan dengan planet lain), tetapi pluto juga tidak dapat memancarkan sinar sendiri jadi pluto juga bukan bintang, maka dari itu pluto disebut benda langit.
Pluto telah mendapat nama baru sesuai dengan statusnya saat ini sebagai planet kerdil.
mercury2_mariner101.jpgPlanet
1.       planet-venus.jpgPlanet Merkurius
Ciri-ciri planet Merkurius :
a. Hampir tidak memiliki atmosfer
b. Temperatur pada siang hari sangat panas
c. Pada malam hari sangat dingin
d. Planet yang ukurannya paling kecil

2.       Planet Venus
Ciri-ciri planet Venus :
a. Memiliki atmosfer yang sangat tebal
b. Temperatur pada siang hari sangat panas
c.  Pada malam hari sangat dingin
d. Warna mengkilap
e.  Atmosfer terdiri dari gas karbondioksida

3.       mars 2campfires16001.jpgPlanet Bumi
Ciri-ciri planet Bumi :
a. Memiliki atmosfer
b. Temperatur pada siang dan malam tidak jauh berbeda
c.  Warna kebiruan bila dilihat dari angkasa
d.  Terdapat air
e.  Ada kehidupan

4.       Planet Mars
Ciri-ciri planet Mars :
a.       Permukaan berbatu – batu
b.      Memiliki kutub es seperti bumi
c.       Suhu permukaan lebih dingin dari bumi
d.      Memiliki gunung berapi dengan ketinggian
23.000 m dari permukaan tanah
e.      Warna kemerahan


5.       jupiter 2Planet Jupiter
Ciri-ciri planet Jupiter :
a.       Planet terbesar
b.      Berdiameter 11 kali diameter bumi
c.       Atmosfer terdiri dari hidrogen dan helium
d.      Memiliki awan dari amonia dan kristal es

hal18.jpg
6.       Planet Saturnus
Ciri-ciri planet Saturnus:
a.       Angkasanya diselimuti oleh sabuk yang kaya hidrogen
b.      planet_uranus_3d_screensaver-36178-1.jpegMempunyai cincin yang berlapis – lapis terdiri atas
kristal es dengan lebar 402000 km dan tebal 15 km


7.       Planet Uranus
Ciri-ciri planet Uranus:
a.       Terselubung kabut tebal terutama terdiri dari gas metan
b.      hal20.jpgGaris tengahnya kira – kira empat kali garis tengah bumi


8.       Planet Neptunus
Ciri-ciri planet Neptunus:
a.       Keadaannya hampir sama dengan uranus
sehingga sering disebut planet kembar
b.      Suhu permukaan mencapai - 1200C
Akibat rotasi Bumi terhadap Matahari
a.       Adanya gerak semu harian dari matahari
b.      Pergantian siang dan malam
c.       Penyimpangan arah angin, arus laut
d.      Penggelembungan di khatulistiwa dan penempatan di kedua kutub bumi
e.       Timbulnya gaya sentrifugal
f.       Adanya dua kali air pasang naik dan pasang surut dalam sehari semalam
g.      Perbedaan waktu antara tempat-tempat yang berbeda derajat busurnya
Akibat revolusi Bumi terhadap Matahari
a.      Perbedaa musim di kedua belahan Bumi
b.      Perbahan siang dan malam
c.       Terlihatnya rasi bintang berbeda yang beredar dari bulan ke bulan
d.      Gerak semu matahari dari dan sebaliknya

Pemanasan Global
Pemanasan global adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.
Sebab terjadinya pemanasan global.
1. Polusi Karbondioksida dari pembangkit listrik bahan bakar fosil
2. Polusi Karbondioksida dari pembakaran bensin untuk transportasi
3. Gas Metana dari peternakan dan pertanian.
4. Aktivitas penebangan pohon
5. Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan
Akibat pemanasan global.
1. Kenaikan permukaan air laut seluruh dunia
2.Peningkatan intensitas terjadinya badai
3. Menurunnya produksi pertanian akibat gagal panen
4. Makhluk hidup terancam kepunahan
Gerhana Bulan dan Matahari
Gerhana Matahari
umbra-dan-penumbra.jpg
Gerhana Matahari terjadi jika posisi Bulan terletak antara Bumi dan Matahari. Akibatnya Bulan membentuk bayangan di Bumi, sehingga orang yang tinggal di belahan Bumi tersebut tidak dapat melihat Matahari. Ukuran Bulan lebih kecil dari Matahari, karena itu hanya sebagian kecil permukaan Bumi yang benar-benar ditutupi bayangan Bulan dan sama sekali tidak mendapatkan cahaya Matahari.
Gerhana Matahari dapat dibagi menjadi empat jenis yaitu:
  • Gerhana total
    Terjadi apabila saat puncak gerhana, piringan Matahari ditutup sepenuhnya oleh piringan Bulan. Saat itu, piringan Bulan sama besar atau lebih besar dari piringan Matahari. Ukuran piringan Matahari dan piringan Bulan sendiri berubah-ubah tergantung pada masing-masing jarak Bumi-Bulan dan Bumi-Matahari.

  • Gerhana sebagian
    Terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Pada gerhana ini, selalu ada bagian dari piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan.
  • Gerhana cincin
    Terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Gerhana jenis ini terjadi bila ukuran piringan Bulan lebih kecil dari piringan Matahari. Sehingga ketika piringan Bulan berada di depan piringan Matahari, tidak seluruh piringan Matahari akan tertutup oleh piringan Bulan. Bagian piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan, berada di sekeliling piringan Bulan dan terlihat seperti cincin yang bercahaya.
  • Gerhana hibrida
    Bergeser antara gerhana total dan cincin. Pada titik tertentu di permukaan bumi, gerhana ini muncul sebagai gerhana total, sedangkan pada titik-titik lain muncul sebagai gerhana cincin. Gerhana hibrida relatif jarang.
Gerhana Bulan
proses-gerhana-bulan-total.jpg
Gerhana Bulan terjadi saat Matahari, Bumi, dan Bulan terletak satu garis lurus. Saat gerhana Bulan, Bumi terletak di antara Matahari dan Bulan, sehingga cahaya Matahari mengenai Bumi dan tidak sampai di Bulan. Akibatnya Bulan tidak memantulkan cahaya sama sekali ke Bumi.
Jenis-jenis gerhana Bulan
  • Gerhana bulan total
    Pada gerhana ini, bulan akan tepat berada pada daerah umbra.
  • Gerhana bulan sebagian
    Pada gerhana ini, tidak seluruh bagian bulan terhalangi dari Matahari oleh bumi. Sedangkan sebagian permukaan bulan yang lain berada di daerah penumbra. Sehingga masih ada sebagian sinar Matahari yang sampai ke permukaan bulan.
  • Gerhana bulan penumbra
    Pada gerhana ini, seluruh bagian bulan berada di bagian penumbra. Sehingga bulan masih dapat terlihat dengan warna yang suram.

Fase-fase Bulan
moon_phases_diagram.jpg


Fase 1 – New Moon (Bulan baru): Sisi bulan yang menghadap bumi tidak menerima cahaya dari matahari, maka, bulan tidak terlihat.
Fase 2 – Waxing Crescent (Sabit Muda) : Selama fase ini, kurang dari setengah bulan yang menyala dan sebagai fase berlangsung, bagian yang menyala secara bertahap akan lebih besar.
Fase 3 – Third Quarter (Kuartal III) perbani akhir : Bulan mencapai tahap ini ketika setengah dari itu terlihat.
Fase 4 – Waxing Gibbous: Awal fase ini ditandai saat bulan adalah setengah ukuran. Sebagai fase berlangsung, bagian yang daftar akan lebih besar.
Fase 5 – Full Moon (Bulam purnama): Sisi bulan yang menghadap bumi cahaya dari matahari benar-benar, maka seluruh bulan terlihat. Hal ini terjadi ketika bulan berada di sisi berlawanan dari Bumi.
Fase 6 – Waning Gibbous : Selama fase ini, bagian dari bulan yang terlihat dari Bumi secara bertahap menjadi lebih kecil.
Fase 7 – First Quarter (Kuartal I) perbani awal : Bulan mencapai tahap ini ketika setengah dari itu terlihat.
Fase 8 – Waning Crescent (Sabit tua): Hanya sebagian kecil dari bulan terlihat dalam fase yang secara bertahap menjadi lebih kecil. Penjelasan Sederhana Fase-Fase Bulan
Rasanya akan lebih mudah untuk mengertikan siklus bulan dengan mengenal fase Bulan Mati/Baru dan Bulan Purnama, Kuartal I dan Kuartal III dan fasa-fasa di antaranya.

Bulan Mati/Baru terjadi pada saat Bulan kurang-lebih berada dalam satu garis lurus di antara Matahari dan Bumi (Kenapa lebih-kurang akan diterangkan di bawah). Seluruh permukaan bulan yang disinari matahari berada di bagian “belakang” bulan, di bagian yang tidak bisa kita lihat dari Bumi.

Pada Bulan Purnama, Bumi, Bulan dan Matahari kembali kurang-lebih berada dalam satu garis lurus, tetapipada posisi yang berlawanan, sedemikian rupa sehingga seluruh pemukaan bulan yang disinari matahari berhadapan dengan kita. Sisi gelapnya tersembunyi di “belakang”.

Kuartal I dan Kuartal III(perbani awal dan perbani akhir) dari fasa bulan (keduanya sering disebut Bulan Setengah (Half Moon) terjadi bila posisi Bulan, Bumi dan Matahari membentuk sudut 900 sehingga kita melihat persis separuh bagian bulan yang disinari matahari dan separuh bagian lagi gelap.

Dengan mengenal ke empat fasa di atas maka keempat fasa lainnya akan lebih mudah dimengerti, karena semuanya merupakan gambaran dari proses transisi dari satu fase ke fase berikutnya

Untuk memudahkan mengingat dan mengerti keempat fase lainnya itu kita istilahkan ; Sabit (Crescent), Gibbous, Waxing (membesar) dan Waning (mengecil).

Sabit (crescent) menunjukkan fasa dimana bulan terkesan disinari kurang dari separuh permukaannya . Sedangkan Gibbous menunjukkan fasa dimana bulan disinari lebih dari separuh permukaannya. Waxing pada prinsipnya menunjukkan pembesaran atau perluasan penyinaran. Sedangkan Waning adalah pengecilan atau penciutan penyinaran

Tidak ada komentar:

Posting Komentar